Jumat, 31 Desember 2010

Holiday at Wonosari and Went to Beach :)

Alhamdulillahhirobbil 'Alamiin . Kemarin tanggal 31 Desember 2010 , sekitar pukul 13.45 aku, ummi, abii, Mufi, Mudah, Icam, dan I'an berangkat dari rumah . Perjalanan ini sungguh menyenangkan. Aku berharap, semoga hari ini bermanfaat dan ada ilmu yang dapat aku ambil. Selama perjalanan, aku berbincang dengan kedua orangtuaku, meminta pendapat beliau kira2 profesi apa yang cocok dan baik untukku . Beliau sih menyarankan aku untuk menjadi dosen. Eum, dosen ? 'ya, karena sepertinya background keluarga kita ke arah pendidikan.' Aku berpikir sejenak, baiklah, sudah ada satu opsi yang kurasa aku menyukai peran itu. Abi menyarankan aku untuk menjadi profesor, lalu menjadi 'rektor'?! hhe untuk yang ini aku masih harus berpikir panjang dulu. Tetapi kurasa itu cita2 yang baik nan mulia, semoga Allah berikan yang terbaik :) . Dari perbincangan ini, aku menyadari betapa pentingnya bercita2 dalam hidup. Aku merasa senang membicarakan ini, dan kurasa inilah ilmu yang Allah beri hari ini. Aku semakin bersemangat untuk berpikir kedepan. Bagaimana cara dan orientasiku dalam belajar dan menuntut ilmu. Aku semakin semangat. Aku meyadari , bahwa cita2 tertinggi manusia, lebih tepatnya seorang Muslim adalah mendapat rodho-Nya. Dan aku pikir, belajar, bekerja, profesi, dan lain sebagainya, bukanlah cita2 yang tertinggi. Bukan hal yang paling dipikirkan. Karena apapun yang kita lakukan, Allah akan melihat niat dan manfaat kita bagi oranglain. Apabila kita meng-orientasikan hidup ini hanya untuk suatu 'profesi', belum tentu mendapat ridho Allah. Tetapi apabila orintasi kita ridho Allah, maka kita akan memaksimalkan kemampuan kita untuk bermanfaat bagi oranglain. Karena khoirunnaas Anfa'uhum linnaas sebaik2 manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Terkadang aku berpikir, bagaimana jika Allah cabut nyawaku sebelum aku mewujudkan cita2ku atau istilahnya menjadi 'seseorang' ? Berarti apa yang aku lakukan sekarang, bukan semata2 menjadi 'seseorang' atau menggapai cita2 saja. Namun terlebih pada niatku melakukan usaha yang sekarang. Hh, memang inilah saatnya aku berpikir selangkah lebih maju dan kritis. Apa tujuanku ? Mau jadi apa aku? Sudah siapkah aku ? em, kalo dipikir2, tinggak 5 semester lagi aku untuk memikirkan ini matang2, mencari wawasan untuk sosok 'Muthi'ah' kedepan. Bismillah.. Sebaik2 rencana manusia, tetaplah renca Allah yang terbaik. Berbeda antara orang yang hanya berikhtiar, dengan ikhtiar yang tawakkal. Karena ikhtiar yang tawakkal itu akan dituntun jalannya oleh Allah . Semoga Engkau selalu membimbing kami Rabb , untuk menjadi pribadi yang terbaik dimata-Mu :). Oia, kembali ke topik . Sekitar pukul 3 sore, kami sampai di wonosari, tujuan utama kami adalah pantai krakal. Waw, ombaknya mengerikan. Pasang surut selalu beriringan dengan cepat. Jadi kita tidak main air terlalu lama deh . Tak papa, yang penting sudah menghabiskan waktu bersama. Setelah dari krakal, kami beralih ke Indrayanti. Baru tau aku kalo ada pantai yang namanya 'Indrayanti' , hhe. Tapi tempatnya indah juga. Subhanallah .. Aku semapt tanya ke Mudah , 'siapa yang menciptakan ini semua dah ?', 'Allah' katanya. Ya, siapa sih dzat yang Maha Menciptakan ini ? 'ALLAH' :) Terimakasih Yaa Rabb, perjalan ini menambah kekaguman dan cinta kami kepada-Mu .. Ampuni atas segala dosa2 kami :') .. Yak, hal2 yang kami lakukan di pantai antara lain bermain air, menunggu ombak menyentuh kaki kami, makan udang goreng bersama, saling berpegangan tangan saat menunggu ombak datang, tertawa gembira dan bahagia, menghabiskan waktu bersama, foto bersama, dan lain sebagainya.. Terimakasih atas hari ini Rabb :) . Yap, setelah pulang dari pantai, kami makan bakso dulu di 'bakso marem' , kemudian kita langsung meluncur ke rumah simbah yang letaknya tidah jauh dari tempat makan kami. Alhamdulillah .. Sesampainya kami dirumah simbah, kami membersihkan diri dan sholat maghrib dan Isya'. Begitu seterusnya hingga kami menghabiskan malam tahun baru ini di kota yang menginspirasiku, kota wonosari . Akhirnya sekitar pukul 10 malam, kami memutuskan untuk pulang dan berharap hari esok menjadi lebih baik. Sebelum kami sampai di jogja, kami menemukan pemandangan yang baru kami tau. Yaitu berbondong2 manusia berjama'ah dan dengan khusyuknya berjejer di pinggir jalan sambil menunggu pemandangan taun baru atau kembang api dari atas bukit wonosari. hh, luarbiasa . Akhirnya kami sampai dirumah sekitar pukul 23.30. Alahmdulillah , terimakasih rabb, suatu saat aku akan menjadi 'seseorang' yang Insya Allah bermanfaat bagi ummat :)

~Selamat Tahun Baru ! Semoga Tahun ini menjadi lebih baik~

Kamis, 30 Desember 2010

Kejurda :) 18 & 19 Desember 2010

Bismillah .. Post ini aku tulis ditemani lagu Maher Zein Open Your Eyes lho , guys. Gini , aku mau membagi sedikit cerita tentang Kejurda Inkai yang aku ikuti tanggal 18&19 Desember 2010 . Mungkin temen2 bingung, apa itu kejurda ? Inkai ? Nah, kejurda sendiri adala h akronim dari kejuaraan daerah . Inkai adalah salah satu lembaga dalam beladiri cabang karate. Aku sendiri udah ikut katare sejak kelas 1 SMP , dan aku ikut cabang SMPIT Abu Bakar Yogyakarta tercintaa ^^ . Jadi gini cerita kejurda kemarin .. Dulu, aku udah pernah ikut porsenikarate sekali . Sebenernya ada kesempatan lagi untuk ikut lomba2 karate, tapi 2 kesempatan itu belum Allah berikan untukku .. Hingga saatnya aku sekarang di SMAIT ABY tahun n semester pertama , Allah beri kesempatan itu untukku . Tepatnya tanggal 18 dan 19 Desember 2010 lalu, aku dan ulya mewakili SMAIT ABY , terus kiki mewakili sekolahnya, tapi kita masuk cabang SMPIT ABY .. Dari yayasan Mulia, SDIT LUQMAN AL-HAKIM , SMPIT ABY, n SMAIT ABY ngirimin wakil2nya untuk ikut kejurda INKAI dan masuknya cabang SMPIT ABY . Kenapa cabang SMPIT ABY ? Karena dari SMPIT-lah akar berkembangnya beladiri karate di yayasan Mulia. Mungkin itu beberapa pengantar tentang topik yang mau aku ceritakan ..

Nah, untuk pengalaman tanggal 18 Desember 2010 ..
pagi itu .. Aku, kiki, dan ulya janjian didepan Tampin untuk bareng2 ke Gedung Koni . Hari ini, adalah perlombaan kata . Yaitu rangkaian gerakan2 dalam karate. Dimana kekuatan,ketepatan bentuk,semangat, dan keberanian di ujikan. 'Nervouse' memang, tapi harus tetap aku hadapi dengan tenang :) Bismillah .. Aku berangkat di anter umi . Senang rasanya, 'semoga hari ini bermanfaat dan mendapat ilmu baru', pikirku. Tarik nafas dalam, keluarkan. huahh . Ini pengalaman yang luar biasa menurutku, kenapa ? Karena disinilah mentalku diuji. Terkadang, rasa gugup ini membuatku sempat blank dengan gerakan2 kata, karena konsentrasiku belum penuh. Tetapi kucoba untuk menenangkan diriku sendiri .. 'tenanglah muth, semua akan baik2 saja, yang penting berusaha yang terbaik. menang kalah itu biasa dalam pertandingan, tetapi kemenanganmu yang sesungguhnya adalah saat kau memberikan yang terbaik.' aku berpikir optimis. Baiklah, kucoba untuk pemanasan dengan ulya dan kiki . Eh, ternyata ada supporter kita yang cantik2 ikut menonton. Yaitu icha, tifa, nurul , dan hanum. Hah, senang rasanya :D semakin semangat saja . Oh iya, aku belum menceritakan yang satu ini, jadi, yang mewakili cabang SMPIT ABY bukan kita saja . Dari SMAIT ABY yang ikhwan juga ada, alumni juga, adik2 kelas yang di SMPIT ABY , sampe adik2 yang di SDIT LH semua ada disini . Kurang yang TK ya ? hhe *belum cukup umur hihi. okelah lanjut. Nah , karena kebetulan hari itu adalah hari penerimaan rapor, jadi pelatih kita , Ust. Isti , yang kebetulan di SMAIT ABY itu wali kelas , jadi beliau belum bisa mendampingi kami dipagi harinya . Sementara yang menjadi official adalah mas Rino, siswa SMAN 4 alumni SMPIT ABY. Semua mengalir begitu saja, waktu terus berjalan hingga tiba saatnya aku bertanding. 'nervouse memang, tapi aku pasti bisa !' :) akhirnya aku tampil semaksimal yang aku bisa . Dan ternyata Allah tunda kesempatanku untuk mendapatkan medali kata , tetapi aku berpikir , 'terima kasih rabb, kesempatan ini sudah sangat berharga untukku' .. Alhamdulillah .. Dan aku bersyukur, kiki dan ulya yang membawa perunggu kata dapat menjadi inspirasi bagiku . Hari ini berakhir dengan aku pulang naik TJ . Hari ini aku bahagia. kenapa ? Karena aku masih diberi tubuh yang sempurna, sehat, kuat, energic, dan masih bisa bermanfaat untuk oranglain. Hari ini, aku tutup dengan membulatkan tekad untuk hari esok. Sebelum aku tertidur, aku berdo'a, 'semoga esok hari aku masih bisa bernafas dan membuka mata untuk melakukan yang terbaik :) amiin .' Akupun terlelap ...


Hari kedua, 19 Desember 2010 .
Alhamdulillah, hari ini aku masih Allah beri kesempatan untuk membuka mata dan berusa merealisasikan tekadku semalam. Kini aku berangkat naik motor sendiri . Aku berharap 'Semoga hari ini menjadi hari yang lebih baik dari hari kemarin :)' amiin. Sesampainya aku di Gedung Koni, kulihat parkiran masih sepi, lengang .. Oh, ternyata belum banyak yang datang, atau aku yang terlalu semangat ya ? Entahlah .. Intinya hari ini aku harus melakukan yang terbaik :D ! Yeah, akhirnya kiki dan ulya datang .. lalu kita ganti doggi dan mulai pemanasan dan latihan kumite .. Hh, tidak se-'nervouse' kemarin , tetapi aku harus tetap waspada, hhe . Akhirnya setelah lama menunggu, akhirnya namaku disebut . Dan aku pun mulai bertanding . Setelah pertandingan telah aku lalui dengan sebiak kau yang aku mampu, ternyata Allah memberiku kesempatan memegang medali perunggu kumite kelas -54 kg putri , Alhamdulillah .. Terimakasih Yaa Allah .. Alhamdulillah , ulya dapet emas dan kiki dapet perak , serta cabang SMPIT ABY mendapat Juara Umum II setelah UNY .. AllahuAkbar ! Setelah semua bertanding , ada moment yang sangat berkesan untukku .. Ustadz Fuad mengumpulkan kami semua yang mewakili cabang SMPIT ABY , dalam tausiyah beliau , intinya begini dan sangat luar biasa, 'anak2, kita mungkin melihat berbagai fenomena yang terjadi disekitar kita, tetapi cukuplah itu menjadi pelajaran dan kita harus mentadaburinya. Yang negative, mari kita jauhkan sejauh2nya dan yang positive, mari kita jadikan teladan. Jangan berorientasi untuk meraih prestasi, tetapi orientasiakn ini untuk meraih ridho Illahi. Karena apabila kita mengikuti perlombaan, bisa saja kita mendapat prestasi di mata dunia, tetapi belum tentu berprestasi di mata-Nya. Berjuanglah untuk Islam, mari kita beri teladan moral dan kebaikan pada oranglain, semoga sukses selalu. Jangan merasa puas dengan prestasi yang baru di dapat, sekali atau 3 kali juara itu belum bisa merasakan nikmatnya pertandingan, tetapi jika sudah 10 kali keatas, itu baru bisa merasakan nikmatnya bertanding. Semoga berhasil anak2ku, dan tetap semangat ! ' Super sekali .. Sosok beliau-lah yang menjadi sosok teladan bagiku . Ust Isti adalah istri dari Ust Fuad .. Beliau2 juga memiliki anak laki2 yang berprestasi di bidang karate dan cerdas :) Luar Biasa! semoga aku bisa meneladani sosok mereka.. Hari ini aku tutup dengan pulang sore setelah penutupan. Alhamdulillah , Allah masih memeberiku kesempatan , hingga aku bisa membuat ceritaku ini berbentuk tulisan, Thanks Allah :)


~Muthi'ah Sa'idah~
Semoga sukseslalu ! :)
Miss you fraa , semoga Allah mempertemukan kita , dan kembali mengukir sejarah bersama :')

Rabu, 29 Desember 2010

Kisah Seorang 'Gadis'

Assalamu'alaykum , bimillah .. Semoga setiap detik hidup kita akn bermanfaat menurut pandangan-Nya :) . Beberapa saat yang lalu, saya membuka akun facebook saya 'Muthi'ah Sa'idah'. Saya sempat menemukan dan membaca catatan sahabat saya, Rafidah Addini namanya. Katanya sih itu cerita fiktif belaka, tapi saya rasa, ' itu mungkin pengalaman pribadinya ? '. Entahlah.. Yang pasti saya juga ikut mengambil hikmah dari ceritanya . Sebenarnya saya juga punya cerita, tapi saya belum sempat menuliskannya , hhi . Berikut ceritanya yang terbagi menjadi 4 part, tetapi saya gabung saja jadi 1 cerita :

Mungkin ini sbuah kisah yg ckup melankolis.
Tntang seorang gadis.
Gadis biasa. Sperti remaja pada umumnya. Namun ia blm pernah terjun dalam dunia 'indah' remaja, dunia 'merah jambu'. Apa karena dia beriman? Atau karena kepolosanx?
Entahlah.

Hari2 ia lalui seperti biasa. Baginya, tak ada yg spesial dalam hidupnya.
Saat seorang teman bercerita tentang laki2 yg dikaguminya. Ia dngarkan seksama. Sekali-kali ia tanggapi dg membulatkan mulutnya atau dg seulas senyum di bibirnya.
Namun dalam hati ia bertnya, "ngomong opo toh?".
Ia sangat polos?
Mungkin.

Saat segerombolan laki2 lewat di dpanx, ia tundukan wjahx.
Tatapanx hanya tertuju pada tanah dan kerikil yg brada pada pijakanx.
Ia menjaga? Mungkin.

Oraganisasi skolah tak di ikutinya. Ia sangat menghindari kegiatan yg menyebabkan dirinya harus berinteraksi dg makhluk turunan adam itu.

Hingga suatu saat. Dia datang. Seorang laki2, pantas tuk di sebut 'ikhwan'.
Terbesit perasaan aneh pada hati sang gadis.
Saat melihatnya berjalan.
Saat mendengar lantunan adzanx.
Saat melihat prestasi2 yg diraihx.
Ia berusaha mengusir perasaan aneh itu.
Namun tak kunjung pergi. Bahkan, ia merasakan kenyamanan.

Sdikit demi sdikit ia dapatkan informasi tentang sang ikhwan dan sdikit demi sdikit perasaan itu brtambah.
Dalam diam, sang gadis mengagumi ikhwan itu.

Sang waktu telah mendekatkan gadis dg ikhwan tersebut.
Mereka dekat. Layaknya sahabat.
Namun hatipun angkat bicara.
Rasa cinta itu tumbuh pada hati sang gadis.
Kini ia telah jatuh. Hatinya jatuh pada sang ikhwan.

Apa sang gadis meminta ikhwan tuk menjdi kekasihx?
Oh, tentu saja tidak.
Ia masih ingat. Ia ingin menjaga. Walaupun penjagaanx itu tak seketat dahulu kala.

Ia ketahui bhwa sang ikhwan hanya menginginkan sosok akhwat.
Rasa cinta itu merajalela. Hingga membuat tekatnya tuk menjadi sosok akhwat. Seperti yg di inginkan sang ikhwan.
Ia kerjakan apa yg ikhwan suka.
Ia lakukan apa yg ikhwan lakukan.

Tak terasa. Sang gadis mulai merasakan perubahan. Perubahan besar pada prestasi akademiknya juga pda hatinya.

Sjarah. Ah, itu plajaran yg paling ia benci.
Namun dg 'sihir' dari sang ikhwan, ia mulai menyukai plajaran itu.
Sang ikhwan brkata, 'kalo pakai jilbab smpe nutupin dada'.
Sjak itu, jilbab2 pendek ia tinggalkan.
Bhkan ia mulai suka menggunakan gamis.
Beberapa kali sang ikhwan mengirimkan sms di pagi hari, membangunkan gadis untk sholat tahajud.
Sejak itu pula tahajud menjadi ibadah yg hampir rutin ia kerjakan.

Perubahan pada prestasinya namun perubahan pula pada hatinya.
Siapa sangka, saat sujud di hadapn Sang Khalik, trsiratlah byangan wajah ikhwan.
Saat bait alquran ia lantunkan, trgambar wajah ikhwan pada mushaf.

Sedikit merasa bersalah. Namun segera ia tepis. 'yang penting skrg aku kan uda brubah jd baek', batinnya.

Hari2 ia lalui dg sang idola barunya. Hingga tibalah saat itu.
Saat dmana ksalah pahaman trjadi. Sang ikhwan menjahui gadis karena sesuatu. Sdangkan gadis salah paham tentang itu.
Akhirnya perang dingin pun terjadi.

Sebulan kemudian. Gadis merasa brsalah. Ia minta maaf pada ikhwan.
Namun siapa sangka, ikhwan menolak mentah2 permintaan maaf dr gadis.
Gadis merasa sedih. Amat sedih.
Brkali2 ia ucapkan maaf kpada sang ikhwan. Namun tak sdikitpun diacuhkannya.
Doa. Hanyalah itu yg dilakukannya. Ia brdoa, agar sang ikhwan membukakan pintu maaf untuknya.

Manusia berusaha, namun Allahlah yg berkehendak.
Tak terasa telah menginjak 1 smester.
Namun kontak tak sdikitpun terjalin antara ikhwan dan gadis. Kata maaf dari sang gadis jg blm diacuhkan oleh ikhwan.

Kini sang gadis benar2 berusaha untuk menjadi sosok akhwat. Bukan. Bukan karena keinginan sang ikhwan. Bahkan ia berusaha melupakan masa lalunya itu.
Tetapi ini keinginan dari sang gadis sndiri. Beberapa tokoh muslimah ia jadikan idolanya. Khadijah, aisyah, fatimah, asma, ummu kulsum, sungguh ia ingin skali bsa mencontoh mereka. Ia merasa, kini hatinya mulai terbuka.

Suatu sore, sang gadis yg sedang berjalan2 tak sngaja brtmu dg teman lamanya.
Mereka berbincang2. Melepas kerinduan.

Sang teman menceritakan perjalanan hidupnya selama 6 bulan ini. Begitu pula dg gadis.
Ditengah perbincangan, celetukan kecil terjadi.
"hei, gmana km sama si ikhwan idola mu?" tanya teman dg nada menggoda.
"ga gmana2." jawabnya asal.
"kamu tau? Skrg dia jadi aneh. Dia brani ngomong kotor."
Sang gadis trkejut, "astaghfirullah. Beneran?"
"Masa aku bohong?! Ya beneran lah. Kmaren aku dnger sendiri dari mulutnya"
Entah mengapa pernyataan itu membuatnya sedikit merasa sesak. Dia berusaha berhusnudzon. Batinnya, 'mungkin dia sedang khilaf'.
Tp pernyataan tersebut memang benar2 tidak dapat di pungkiri. Karena sang teman tidak lain dan tidak bukan adalah adik kandung dari sang ikhwan dan selama ini belum pernah ada sejarah teman itu membohongi dirinya.

Dengan perasaan tidak menentu ia pulang ke rumah. Istighfar ia ucapkan dari bibirnya. Entah apa yg membuatnya galau seperti ini. Ia ingin bercerita. Tp pada siapa? Akhir2 ini ia kehilangan sosok teman untuk dijadikan 'tempat sampahnya'.

Ia buka telepon genggamnya. Mencari...
Oh, 1 pesan muncul di inboxnya. Hanya sapaan biasa dari nomor yg tak dikenalnya. Ia tak mengacuhkan sms itu. Mungkin orang iseng, pikirnya. Tp dia mengirim sms lagi. Sebuah lagu yg dirubah liriknya. Astaghfirullah. Ada kata2 kotor di lagu itu.
Dengan kesal ia memencet keypad handphonenya, 'assalamualaikum. Ini siapa? Ada perlu apa?'. Ia kirim ke nomor asing itu. Sang pemilik nomor asing itu tidak mau engaku.

Sepertinya ia mengenal bahasa sms orang asing itu. Ia curiga pada seseorang.
Penasaran. Ia bertanya pada temanya tentang siapa pemilik nomor asing itu. Teman yg ia jumpai sore itu menjawab, "itu nomor masku".
Dugaannya benar. Ah, padahal ia berharap dugaanx salah.
Sekali lagi rasa sesak itu muncul dihatinya.

'Boleh aku tanya?' ia kirimkan kalimat itu pada orang asing-sang ikhwan.
'mau tanya apa sayang? Nanti aku jawab kok'.
Innalillahi wa inna ilaihi raajiun. Ini musibah. Benar.

Tak terasa setetes air mata jatuh pada pipi gadis. Ya, hanya setetes.

Tak kan ia biarkan air mata itu jatuh lebih banyak lagi. Begitu pula dengan perasaannya.
Ah, harusnya ia bersukur. Dengan kejadian ini ia bisa melupakan sang ikhwan. Harusnya Hilangnya kbaikan idolanya itu menjadi hilangnya cinta yg telah tumbuh di hatinya. Mengapa gadis baru menyadarinya?!

Dalam gelap malam ia curahkan sgalanya pada Tuhan Semesta Alam. Aliran darah itu terasa mengalir di punggungnya menuju saraf2 kepala saat sujud ia persembahkan kepadaNYA. Tahmid ia lantunkan.
Subhanallah. Betapa besar karuniaMU. Tiada yg mengetahui kapan Kau turunkan nikmat untuk hamba2MU.

Malam itu, ia berjanji. AKU BENAR2 INGIN MENJADI MUSLIMAH, insya Allah.
Kini air mata itu tumpah lagi. Tak hanya 1 tetes. Beberapa tetes. Bahkan banyak tetes air mata yang membasahi pipinya.
Mukenah hijau itu basah oleh air mata.

'Anugrah yg terindah yg kini ku anggap
Adalah saat diriku mulai berubah
Anugrah yg terindah yg kini ku anggap
Saat ku mulai sebuah hidup yg baru'
Alunan lagu anita temani tidur malamnya.

The end

gresik, 30 Desember 2010, 07.50.
.IR.

Subhanallah , semoga bermanfaat bagi kita semua :)

~ahlan wa sahlan~

kiko and miko are bestfriend :)